dewi coryati untuk kota bengkulu

Dewi Coryati Ingin Sejahterakan Rakyat Bengkulu

Dewi Coryati –  Mengemban amanah rakyat selama dua periode, kini Dewi Coryati maju lagi sebagai calon anggota DPR RI untuk periode ketiganya. Bukan tanpa alasan Dewi melakukan hal itu. Keberhasilan perempuan lulusan Institut Pertanian Bogor ini menyalurkan dana bantuan pendidikan, pertanian, dan perikanan untuk masyarakat di daerah pemilihannya membuatnya yakin bahwa inilah jalan baginya untuk menyejahterakan masyarakat Bengkulu.

Meski menetap di DKI Jakarta bersama keluarganya, kedua orang tua Dewi merupakan putra asli Bengkulu. Ayahnya, Buchari Tany, mantan Direktur Utama Bank Bengkulu, berasal dari Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kaur. Adapun ibunya, Rohana Fikir, guru mengaji dan dosen di IAIN Kendari, berasal dari Kabupaten Kaur.

Buchari Tany merupakan seorang pejuang kemerdekaan. Dia adalah anak dari Moh. Tha’i, pesirah atau kepala marga dari wilayah Marga Bermanu Sungai Hita yang meliputi Tanjung Terdana, Talang Jarang, Paku Aji, Baturaja, Linggargaling, Talang Pauh, Pasar Pedati, dan Sungai Hitam. Ibu Buchari, Halimah Tusa’diah, merupakan perempuan asal Ulu Luas Kaur.

Ibunda Dewi Coryati, Rohana Fikir, adalah anak dari Fikir Daud dan Djamila Chatun asal Bandar Bintuhan, Kaur. Rohana merupakan guru mengaji bagi ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya.

Karier Politik
Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan pilihan hatinya hingga kini. Awal mula masuk ke partai berbasis ormas Muhammadiyah ini, Dewi dipercaya menjadi pengurus Badan Pemberdayaan Perempuan di Dewan Pengurus Pusat PAN. Saat ini, Dewi menjadi Wakil Sekretaris Komite Pemenangan Pemilu Nasional PAN dan menjadi pembimbing wilayah PAN untuk Provinsi Bengkulu.

Di DPR RI, Dewi Coryati pernah berada di Komisi X, kemudian dipindah ke Komisi VIII, dan kini di Komisi IV yang bermitra dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Urusan Logistik, Dewan Maritim Nasional, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Bidang Kehutanan).

Dewi pernah terlibat dalam pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai Perubahan Iklim) dan UU Pemajuan Kebudayaan. Dia kini sedang terlibat dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Ekonomi Kreatif.

Kerja Nyata
Kerja nyata bagi Dewi Coryati bukan saja tentang menyusun rancangan undang-undang atau menetapkan undang-undang bersama presiden. Hasil yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat bawah, terutama yang berada di daerah pemilihannya, itulah kerja nyata baginya.

Ada tiga bidang yang terus menjadi perhatian Dewi selama menjadi anggota legislatif. Ketiga bidang itu ialah pendidikan, pertanian, dan perikanan. Total, selama 2014—2018, dia telah menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp165 miliar.

Pendidikan di Bengkulu dirasanya masih kurang. Masih banyak siswa sekolah yang punya prestasi tapi tidak didukung dengan dana yang cukup dari orang tua. Untuk kebutuhan itu, Dewi telah menyalurkan, antara lain, beasiswa Program Indonesia Pintar untuk 60.372 siswa SD, SMP, SMA, SMK, beasiswa Bidikmisi untuk 556 mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta, serta beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik dengan total nilai lebih Rp60 miliaran. Selain itu, Dewi telah menyalurkan dana operasional PAUD, dana rehabilitasi sekolah, bantuan buku, dan mengadakan berbagai pelatihan keterampilan.

Di bidang pertanian dan perikanan, Dewi telah menyalurkan bantuan peralatan berupa handtractor, pompa air, alat pemipil jagung, mesin perontok padi, dan mesin pemanen padi. Belum lagi dana bantuan program-program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan, Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik, Pengolahan dan Pengembangan Pemasaran Hasil Perikanan, Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Perikanan, Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat, dan bantuan budi daya ikan air tawar untuk ratusan kelompok tani yang totalnya lebih dari Rp70 miliaran.

(Visited 68 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Sepotong Surga Di Pulau Lombok, Indonesia
caleg pan laila istiana Next post Laila Istiana Bergerak Membangun Desa dari Senayan